Selasa, 14 Mei 2013

Melihat Keindahan Kota Venezia

Transportasi air mengangkut orang dan barang atau kargo. Walaupun dalam sejarah, penggunaan transportasi air untuk penumpang cenderung menurun dikarenakan meningkatnya penerbangan komersial dan transportasi darat, transportasi air masih penting terutama untuk transportasi jarak dekat dan kapal pesiar. Transportasi air masih menjadi sarana pengangkutan barang terbesar di dunia. Walaupun lebih lambat dibandingkan transportasi udara, transportasi air modern merupakan cara yang efektif untuk memindahkan barang dalam jumlah yang besar. Biaya untuk transportasi air lebih rendah dari transportasi udara untuk pelayaran antar-benua. Salah satu Negara yang memiliki transportasi air adalah Venezia. 
 
 Venezia, atau kerap disebut dengan Venesia, merupakan (satu-satunya) kota di dunia yang sepenuhnya dibangun di atas air. Venesia dibelah dan dipisahkan oleh sungai yang disebut Canale Grande atau Grand Canal. Ini yang membuat Venesia menjadi unik, di samping sejuta nilai sejarah yang disimpan olehnya. Sungai ini berfungsi seperti layaknya jalan protokol bagi penduduk Venesia. “The great street of Venice” ini memiliki panjang sekitar 3.5 km dan dikelilingi oleh gedung kuno maupun istana dari abad ke-13 hingga 18, dengan gabungan gaya Byzantine, Gothic, Renaissance dan Baroque.  

Kota Air, mungkin ini sebutan yang pas untuk Venesia. Kota yang terletak di bagian timur laut Italia ini langsung mengingatkan kita pada sebuah nama, Marco Polo. Nama pedagang asal Venesia yang mengembara ke sejumlah negara Asia ini mudah diingat karena tercantum di pelbagai buku sejarah yang diajarkan sejak sekolah dasar. Nama Marco Polo tak bisa dipisahkan dari Venesia. Bahkan nama Marco Polo diabadikan sebagai nama bandara di kota itu.
Venesia dibangun di atas kepulauan dari 117 pulau yang dibentuk oleh 177 kanal di laguna dangkal, dan dihubungkan oleh jembatan.Kanal-kanal melayani fungsi jalan, dan hampir setiap bentuk transportasi ada di air. Pada abad ke-19 sebuah jalan lintas ke daratan membawa stasiun kereta api ke Venesia, dan jalan lintas mobil dan tempat parkir ditambahkan pada abad ke-20. Di luar pintu masuk di pinggir utara kota, ada angkutan dalam kota, sisanya seperti di abad terakhir, sepenuhnya bergantung pada transportasi air. Satu-satunya kota di Eropa yg tidak ada transportasi berbentuk mobil / motor.
Wahh ternyata venesia itu kota yang indah yaa. Coba di Indonesia memiliki sungai yang bersih maka bisa dijadikan untuk sarana transportasi air dan dapat mengurai kemacetan yang terjadi di ibukota Jakarta. Apalagi Jakarta sebenarnya letak geografisnya dilalui oleh beberapa sungai yang bermuara di pantai-pantai Jakarta. Seandainya sungai tersebut dapat dikelola dengan baik dan bijaksana, tentu dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata atau sebagai pendukung transportasi air seperti di kota Venesia. Hal ini memang seperti mustahil tanpa adanya dukungan masyarakat dan pemerintah dalam mengelola sungai dengan baik.  
 
Untuk itu, mulailah dari kesadaran kita dan dari sekarang kita berlaku bijaksana terhadap sungai dan aliran sekitarnya. Membuang sampah pada tempatnya merupakan tindakan nyata dan sederhana untuk menciptakan sungai yang lebih baik, jangan membuang sampah ke sungai karena dapat menyebabkan bencana banjir dan kotoran yang tidak enak dipandang mata. Yuk kita mulai hidup sehat dari sekarang.